Sabtu, 09 November 2013

Kebahagiaan bukanlah kesenangan

Kebahagiaan bukanlah
kesenangan ataupun kesedihan
(bukan suka ataupun duka)

Kesenangan dalam bentuk apapun didunia ini tidak abadi.
Kesenangan seperti
gelembung-gelembung sabun yang setiap saat dapat meletus dan lenyap di udara. Kesenangan datang dari nafsu dan menimbulkan ikatan-ikatan
dengan sumber kesenangan itu.

Kalau tiba saatnya kesenangan itu direnggut dan terpisah dari kita, maka kitapun merasa kehilangan dan berduka.

Hidup ini penuh dengan duka yang timbul dan kekecewaan iba diri, kemarahan, kebencian, permusuhan.
Karena hidup ini
penuh dengan duka dan sengsara, maka kita semua rindu akan kebahagiaan. Sayang sungguh sayang, kita selalu salah mengenal kesenangan sebagai kebahagiaan.

Kesenangan hanya merupakan
saudara kembar dari kesusahan belaka, keduanya itu tak terpisahkan seperti permukaan depan belakang dari telapak tangan.Ada susah ada senang,
ada suka ada duka.
tak terpisahkan.

Karena itu, setiap kedukaan kita
coba hibur dengan kesukaan,
setiap kesusahan kita tutupi atau ingin lupakan melalui kesenangan. Pada hal, kesenangan itupun akan
berakhir dengan kesusahan, seperti gelombang tidak hanya
bergerak ke satu jurusan, tapi
pada saatnya membalik.

Kebahagiaan sungguh jauh
berbeda. Kebahagiaan tidak
mempunyai kebalikan !
Kebahagiaan berada jauh di atas jangkauan suka dan duka. Karena suka dan duka itu hanya merupakan permainan pikiran,
maka hanya menjadi pakaian
si-aku.

Kebahagiaan tak dapat diraih oleh pikiran. Kebahagiaan tidak dapat didatangkan dengan sengaja oleh si-aku yang ingin berbahagia.Kebahagiaan adalah Cinta kasih, Cahaya Illahi, kekuasaan Tuhan yang selalu ada di dalam diri kita
sendiri, tak pernah sedetik pun meninggalkan kita. Hanya pikiran dengan nafsu² nya menyeret kita kedalam kegelapan sehingga tidak dapat melihatNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar